Selamat Datang (Welcome to) @rjunadananjaya.blogspot.com

Rabu, 16 Juni 2010

Guru

         Dalam pepatah jawa guru adalah seseorang yang dengan kemampuannya patut untuk "digugu lan ditiru". Guru sebaiknya dalam implementasinya dapat dijadikan sebagai contoh atau teladdan bagi anak didiknya.
         Sebagaimana yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang guru harus memiliki tiga hal yaitu:
1. Ing ngarso sung tuladha.
    yaitu seorang guru didepan harus dapat dijadikan contoh ataupun memberi contoh kepada anak didiknya.
2. Ing madya mangun karsa.
    yaitu seorang guru ditengah-tengah harus dapat berperang sebagai penegak dan penegas dari anak didinya.
3. Tut wuri handayani.
    yaitu seorang guru dibelakang harus dapat memberikan dorongan atau motivasi bagi anak didiknya.

        Guru adalah suatu profesi yang memiliki tugas-tugas mulia. Kemajuan serta serta kesuksesan dari suatu bangsa tergantung di tangan seorang guru. Jika pendidikan guru ala kadarnya maka kemajuan serta kesuksesan bangsa juga akan tidak maksimal. Akan tetapi jika pendidikan guru diperhatikan dan di utamakan maka akan dapat mencetak guru-guru yang handal dan dapat menyiapkan putera-putera bangsa yang lebih cerdas dan berilmu pengetahuan. Kecerdasan dan ilmu pengetahuan hendaknya juga dibarengi dengan spiritual yang agus pula karena jika tidak ilmu tersebut akan sia-sia dan tidak bermanfaat.

A. Keteladanan
         Keteladanan sangatlah penting dalam melakukan pendidikan. Keteladanan akan lebih mudah dipahami dan dimplementasikan oleh anak didik daripada guru hanya memberikan contoh tetapi contoh itu bukan dari guru itu sendiri.
Ada tiga unsur agar seorang dapat dijadikan teladan bagi anak didiknya(Prof.Furqon Hidayatullah):
1. Memiliki kesiapan untuk dinilai dan dievaluasi.
2. Memiliki kompetensi minimal.
3. Memilikiintegritas.

B. Guru sebagai cermin
          Maksudnya adalah maksudnya adalah seorang merupakan tempat untuk bercermin atau instropeksi diri. Seorang guru harus harus mau untuk dijadikan tempat curhat baik bagi anak didik maupun teman seprofesinya (Guru sebagai supervisor).
          Guru tidak akan membeda-bedakan serta pilih kasih dalam mendidik anak didiknya, guru harus konsisten dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

b